Kelompok perusahaan milik Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal, Sabtu (13/6), menyatakan, perusahaan itu telah menandatangani kesepakatan dengan Perusahaan Emaar yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab, untuk mengembangkan dan mengawasi pembangunan menara setinggi satu kilometer di Jeddah.
Menara Kerajaan dan Kota Kerajaan Jeddah akan berdiri di atas bangunan seluas 23 juta meter persegi, dan berisi pusat komersial, tempat tinggal, dan ruang kantor di lahan seluas 530 hektar di dekat bandar udara internasional Jeddah, demikian dikatakan Kerajaan itu dalam satu pernyataan.
Proyek bernilai 26,6 miliar dolar AS tersebut akan berupa gedung pencakar langit yang berbentuk seperti jarum, lebih tinggi dari bangunan lain yang telah berdiri dan sedang dibangun di dunia.
Gedung tertinggi saat ini, Burj Dubai, yang menjulang di Keamiran Dubai di sebelah timur Arab Saudi dengan ketinggian 800 meter dan belum selesai, sedang dibangun Emaar.
Menara Kerajaan tersebut pertama kali diungkapkan pada 2003 dan pada 2007 kelompok perusahaan itu mengumumkan bahwa perusahaan pembangunan yang berpusat di AS, Bechtel, akan mengawasi proyek tersebut.
Menurut laporan industri, Bechtel menarik diri awal tahun ini.
Sumber : Kompas.Com

Kamis (11/6/2009) malam waktu Malaysia, Fakhry dengan didampingi pengacaranya, Mohd Haazid, melaporkan Mano dan Daisy Fajarina ke Kantor Polisi Daerah Dang Wangi, Kuala Lumpur, dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Sehari sebelumnya, Mano melapor ke Mabes Polri atas penganiyaan yang dilakukan Fakhry. Selain Fakhry, Mano melaporkan Sultan Kelantan dan permaisuri serta sejumlah kerabat dan teman Fakhry.
Kira-kira Manohara layak dipercaya apa ngga ya..? Comment dunkz.. Yang sehat tapi..!

Presiden SBY membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-31 di Taman Budaya, Denpasar, Bali. Dalam acara ini SBY akan menyaksikan sendratari klasik 'Bima Swarga' di ruang terbuka.
SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono tiba di Taman Budaya, Denpasar, Bali, Sabtu (13/6/2009) pukul 20.10 WITA.
SBY mengenakan pakaian adat bali berwarna putih dan ikat kepala khas bali berwarna ungu, Ibu Ani mengenakan kebaya khas Bali berwarna magenta dan tatanan rambut khas bali.
Tampak Gubernur Bali I Made Mangku Pastika beserta istri Ayu Pastika mendampingi. Tampak pula Mensesneg Hatta Rajasa, Menkeu Sri Mulyani, Menbudpar Jero Wacik serta beberapa petinggi Provinsi Bali.
Even tahunan Bali di ini digelar sejak hari ini hingga 11 Juli 2009. Sekitar 13 ribu seniman dari berbagai usia akan turut serta berpartisipasi.
Selain itu grup kesenian dari 6 negara juga akan meramaikan even ini, yaitu dari Amerika Serikat, India, Meksiko, Thailand, Taiwan, Jepang dan Korea.
Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nyoman Yasa, tujuan even ini adalah untuk melestarikan budaya Bali klasik dan mengembangkan budaya modern. Salah satu budaya klasik yang ditampilkan adalah sendratari 'Bima Swarga'. Tarian itu merupakan salah satu fragmen dari epos Mahabharata.
Koreografinya digarap 3 seniman Bali yaitu Cok Istri Patmini, Nyoman Suarsa, dan Surya Negara. Para seniman yang tampil adalah seniman era 1980-an.
Malam ini, sendratari di tampilkan di arena teater terbuka Ardha Candra di Taman Budaya, Denpasar ini. Terlihat seperangkat gamelan bali dan penjor menghiasi panggung berlatar belakang gapura bali. Sekitar tiga ribuan warga Bali plus turis asing pun memadati arena teater di malam minggu ini.
Tak kurang sekitar Rp 4,2 miliar digelontorkan untuk perhelatan PKB yang menampilkan serangkaian acara kesenian, pameran kerajinan, festival dan lainnya.
Sumber : DetikNews.com

Mulai 13 Juni, Facebook akan mengizinkan penggunanya memperkenalkan diri melalui nama pemakai (username) selain nama asli mereka di halaman profil mereka.
Gagasan tersebut, yang dikutip laporan media Rabu, bertujuan memungkinkan orang menemukan teman mereka lebih cepat karena mereka dapat mengetik nama pemakai sebagai bagian dari URL.
URL --Uniform Resource Locator (yang diterjemahkan menjadi Pelokasi Sumber Daya Seragam)-- adalah rangkaian karakter menurut suatu format standard tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber, seperti dokumen dan gambar, di Internet.
Saat itu, pengguna akan dapat memilih nama pemakai dengan dasar siapa yang pertama mendaftar, dia yang dilayani lebih dulu bagi profil mereka dan Halaman Facebook yang mereka daftar dengan mengunjungi halaman Facebook tersebut. Pengguna juga akan menerima pemberitahuan pada halaman awal mereka dengan instruksi untuk memperoleh nama pemakai.
Perancang Facebook, Blaise DiPersia, menulis gagasan itu pada 9 Juni di dalam satu pesan kepada semua pemakai Facebook.
"Ketika teman, anggota keluarga dan sesama rekan kerja anda mengunjungi profil anda atau Halaman di Facebook, mereka akan dapat memasukkan nama pemakai anda sebagai bagian dari URL di dalam penjelajah (browser) mereka," tulis DiPersia.
"Dengan cara ini, orang akan memiliki cara yang mudah diingat untuk menemukan anda," katanya. (*)
Sumber : Antaranews.com

Sebagai seorang entertainer, pastinya harus memberikan yang terbaik untuk penonton. Itulah yang diyakini Limbad selama ini. Baginya, penampilan dan aksi ekstrim yang dilakukannya selama ini masih wajar-wajar saja. Makanya itu, Limbad agak bingung juga dengan fatwa haram yang melarang penayangan The Master.
"Saya orang beragama, saya juga menjalankan sholat, dan menjalankan perintah agama. Apapun yang saya lakukan itu pure untuk menghibur orang-orang agar terasa kagum. Kalau ada yang mengatakan Limbad haram, haramnya di mana?" kata Susi, istri Limbad yang ditemui di JHCC, Jaksel, Kamis (11/6) malam.
Limbad yang juga tidak terima dengan isu itu malah berkoar bahwa ia siap mendidik kyai untuk menjadi muridnya. Tapi ia menolak memunculkan murid yang sudah ada, ia hanya mau melatih orang-orang yang mengeluarkan fatwa tersebut.
"Kalau boleh jangan murid saya, salah satu dari yang mengatakan fatwa sulap itu haram aja yang jadi murid. Kyai mana aja nggak apa-apa," ujarnya. "Kalau mereka sudah lihat saya latihan dan baru mengerti haramnya di mana."
Susi pun siap mendukung penuh suaminya untuk mewujudkan hal itu. Ia bahkan tak segan-segan untuk memberikan jaminan. "Saya yang bertanggung jawab pertama kalau bahwa Limbad siap melatih orang yang mengatakan itu (haram). Monggo, silahkan, asal ada waktu," tukasnya.
Bagi Limbad, semua yang dilakukannya hanyalah sekedar hobi semata. Ia tidak pernah mengharapkan orang lain termotivasi melakukan apa yang dilakukannya tanpa pelatihan yang khusus. Dan ia juga menegaskan semua itu tidak mengandung unsur syirik atau haram yang keluar dari norma agama
Sumber : KapanLagi.Com edisi : Jum'at, 12 Juni 2009 12:39




